Profil Santri Internasional
Saat ini, Thursina International Islamic Boarding School memiliki kuota santri internasional sebanyak 66 santri yang terdiri dari 30 santri putra dan 36 santri putri, atau sekitar 4,7% dari total populasi siswa Thursina.
Keberadaan santri internasional menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan belajar yang multikultural, adaptif, dan berwawasan global, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan karakter khas pesantren.
Kategori Santri Internasional
Santri internasional di Thursina terdiri atas beberapa kategori, yaitu:
Santri Berkewarganegaraan Asing (WNA)
Santri yang secara resmi memiliki kewarganegaraan asing dan mengikuti pendidikan di Indonesia melalui mekanisme visa pelajar dan administrasi pendidikan internasional.
Santri dengan Dual Kewarganegaraan
Santri yang memiliki kewarganegaraan ganda dan memilih menempuh pendidikan di lingkungan boarding school internasional berbasis Islam di Thursina.
Santri WNI dengan Latar Belakang Pendidikan Internasional
Santri Indonesia yang memiliki pengalaman pendidikan internasional, berasal dari sekolah berkurikulum internasional, dan/atau memiliki kualifikasi profisiensi bahasa Inggris sebagai bagian dari kesiapan akademik global.
Komunitas Belajar dari Berbagai Negara
Thursina telah menjadi rumah belajar bagi santri aktif maupun alumni dari berbagai negara di dunia, menciptakan komunitas belajar yang kaya akan perspektif budaya dan pengalaman global.
Negara asal santri internasional meliputi:
Asia Tenggara
Malaysia, Singapore, Thailand, Brunei Darussalam
Asia Timur
Japan, China
Timur Tengah
Kuwait, Oman, Qatar, United Arab Emirates (UAE), Saudi Arabia
Amerika & Oseania
Canada, United States of America (USA), Australia, Fiji Island
Eropa & Afrika
United Kingdom (UK), Netherland, Ireland, Libya, Egypt
Keberagaman ini memperkaya pengalaman belajar santri, memperluas wawasan lintas budaya, serta membangun atmosfer pendidikan yang lebih global, inklusif, dan kolaboratif di lingkungan Thursina.
Kurikulum Santri Internasional
Di Thursina International Islamic Boarding School, santri internasional mengikuti sistem pendidikan yang terintegrasi antara penguatan akademik, pendidikan Islam, pembentukan karakter, serta pengembangan kompetensi global. Kurikulum dirancang untuk membentuk santri yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pondasi keislaman yang kuat, kemampuan adaptasi lintas budaya, kemandirian, serta kesiapan menghadapi tantangan global.
Kurikulum Akademik Internasional & Nasional
Thursina menerapkan sistem pendidikan akademik yang mengintegrasikan kurikulum nasional dengan pendekatan pendidikan internasional.
Junior High School (SMP / Grade 7–9)
Santri mengikuti Cambridge Checkpoint Curriculum sebagai bagian dari penguatan akademik internasional yang berfokus pada:
Senior High School (SMA / Grade 10–12)
Santri mengikuti Cambridge IGCSE & AS Level Pathway yang mendukung kesiapan menuju pendidikan tinggi global dan universitas internasional.
Selain itu, seluruh santri juga mengikuti mata pelajaran nasional sesuai regulasi pendidikan Indonesia guna memastikan integrasi akademik yang komprehensif.
Pendidikan Islam & Boarding School Learning
Sebagai Islamic Boarding School, Thursina memberikan penguatan pendidikan Islam secara terstruktur melalui pembelajaran berbasis pesantren, meliputi:
- Al-Qur’an (Tahsin, Tahfidz, dan Muroja’ah)
- Aqidah & Akhlaq
- Fiqih Ibadah dan Kehidupan Muslim
- Bahasa Arab
- Islamic Leadership & Character Building
- Pembiasaan ibadah harian dan kehidupan Islami di lingkungan boarding school
Pembelajaran ini bertujuan membentuk karakter Muslim yang kuat, disiplin, mandiri, serta mampu mengimplementasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan global.
Language Development Program
Sebagai bagian dari persiapan global, santri internasional juga mendapatkan penguatan bahasa untuk mendukung keberhasilan akademik dan adaptasi sosial.
Program bahasa meliputi:
- English Enrichment Program
- Arabic Language Development
- Bahasa Indonesia for International Students (BIPA)
- Communication & Cross-Cultural Adaptation
Character & Global Competency Development
Kurikulum Thursina tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga penguatan karakter dan kompetensi abad ke-21.
Santri didorong untuk berkembang dalam aspek:
Melalui pendekatan pendidikan yang holistik dan seimbang, Thursina mempersiapkan santri internasional untuk tumbuh sebagai generasi Muslim global yang unggul secara akademik, kuat secara spiritual, adaptif terhadap budaya, dan siap melanjutkan pendidikan maupun berkontribusi di masyarakat internasional.
Profil Lulusan Santri Internasional
Thursina International Islamic Boarding School berkomitmen membentuk lulusan santri internasional yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter Islami yang kuat, kemampuan adaptasi global, serta kesiapan untuk melanjutkan pendidikan dan berkontribusi di masyarakat internasional. Melalui sistem pendidikan yang terintegrasi antara akademik, pesantren, pembentukan karakter, dan penguatan kompetensi global, santri internasional diharapkan memiliki profil lulusan sebagai berikut:
Strong Islamic Identity & Qur’anic Character
Santri memiliki pemahaman dasar keislaman yang baik, terbiasa menjalankan ibadah secara disiplin, serta mampu mengimplementasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan global yang beragam.
Santri juga dibekali dengan pembelajaran Al-Qur’an secara terstruktur sehingga memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik, menjaga hafalan, serta menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai landasan karakter dan kehidupan.
Academic Readiness
Santri memiliki kesiapan akademik yang kuat melalui penguasaan kurikulum nasional dan internasional, kemampuan berpikir kritis, serta kesiapan melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi baik di Indonesia maupun luar negeri.
Multilingual Communication Skills
Santri memiliki kemampuan komunikasi lintas bahasa yang mendukung interaksi global, termasuk Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional, Bahasa Arab sebagai bahasa keislaman, serta kemampuan dasar Bahasa Indonesia bagi santri asing.
Global & Cross-Cultural Adaptability
Santri mampu beradaptasi dengan lingkungan multikultural, memahami keberagaman budaya, serta memiliki keterampilan sosial dan komunikasi yang baik dalam komunitas internasional.
Independence & Boarding Life Skills
Melalui pengalaman hidup di boarding school, santri tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, mandiri, bertanggung jawab, serta memiliki kemampuan problem solving dan self-management yang baik.
Leadership & Positive Contribution
Santri memiliki jiwa kepemimpinan, semangat kolaborasi, kepedulian sosial, dan kesiapan untuk memberikan kontribusi positif di lingkungan akademik, masyarakat, maupun komunitas global.
Expected Long-Term Outcome
Thursina berharap santri internasional dapat tumbuh menjadi generasi Muslim global yang:
Qur’anically Grounded
Memiliki kedekatan dengan Al-Qur’an melalui tahsin, hafalan, dan pengamalan nilai-nilainya
Academically Competent
Unggul dalam pendidikan dan keilmuan
Spiritually Grounded
Kuat dalam nilai dan identitas keislaman
Globally Adaptive
Mampu hidup dan berinteraksi lintas budaya
Future Ready
Siap menghadapi tantangan pendidikan dan dunia global
Student Activities & Boarding Life
Kehidupan santri internasional di Thursina International Islamic Boarding School dirancang secara terstruktur untuk membentuk keseimbangan antara spiritualitas, akademik, karakter, kesehatan fisik, kreativitas, serta kesejahteraan emosional santri. Secara umum, aktivitas harian santri internasional mengikuti sistem boarding school yang sama dengan santri reguler, sehingga mendorong proses integrasi sosial, pembentukan karakter, kemandirian, dan adaptasi budaya secara alami.
Daily Boarding School Activities
Early Morning Spiritual Development
Hari santri dimulai sejak dini hari dengan rutinitas ibadah dan penguatan spiritual.Kegiatan meliputi:
- Bangun pagi pukul 03.30 WIB
- Persiapan dan pelaksanaan shalat tahajud
- Shalat Subuh berjamaah
- Tahfidz Al-Qur’an pagi sebagai penguatan hafalan dan kedekatan dengan Al-Qur’an
Rutinitas ini bertujuan membangun kedisiplinan, spiritual resilience, serta kebiasaan hidup Islami sejak dini.
Academic Learning
Kegiatan pembelajaran akademik berlangsung mulai pukul 07.20 – 14.00 WIB dengan integrasi kurikulum akademik nasional, internasional, dan pendidikan Islam. Santri belajar dalam lingkungan akademik yang mendorong academic excellence, critical thinking, global communication, dan character development
Sports & Arts Development
Pada sore hari, santri mengikuti berbagai kegiatan Sport & Art sebagai sarana pengembangan minat, bakat, kesehatan fisik, kreativitas, serta keseimbangan kehidupan boarding school.
Evening Qur’anic & Study Session
Di sela waktu shalat Maghrib dan Isya, santri mengikuti tahfidz sore dan enguatan bacaan dan muroja’ah Al-Qur’an. Setelah itu, santri melaksanakan belajar mandiri hingga pukul 20.45 WIB guna memperkuat tanggung jawab akademik dan pembiasaan belajar secara mandiri.
Setelah seluruh aktivitas selesai, santri beristirahat untuk menjaga keseimbangan fisik dan kesiapan menjalani kegiatan hari berikutnya.
Monthly & Annual Student Enrichment Program
Sebagai bagian dari kesejahteraan santri (student well-being) dan penguatan hubungan sosial, Thursina juga menyediakan berbagai program penyegaran dan pengalaman kebersamaan bagi santri internasional.
Monthly Outing Refreshment
Kegiatan outing bulanan yang bertujuan memberikan pengalaman rekreasi, relaksasi, dan penguatan kebersamaan antar santri dalam suasana yang menyenangkan dan edukatif.
Mabit & End-of-Year Staycation
Program kebersamaan di akhir tahun yang dikemas melalui kegiatan Mabit (Malam Bina Iman dan Taqwa) dan staycation, sebagai sarana refleksi, spiritual bonding, character building, dan refreshing bersama.
Gathering, Tadabbur Alam & Shared Iftar
Kegiatan kebersamaan seperti buka puasa bersama, refreshment program, serta tadabbur alam menjadi bagian penting dalam membangun kedekatan emosional, rasa kekeluargaan, serta pengalaman belajar yang bermakna di lingkungan Thursina.
Melalui keseimbangan antara ibadah, akademik, aktivitas fisik, pengembangan karakter, dan rekreasi yang sehat, Thursina berupaya menciptakan pengalaman boarding school yang holistik, terarah, dan berkesan bagi setiap santri internasional.
Persyaratan Penerimaan Santri Internasional
Thursina International Islamic Boarding School menetapkan persyaratan penerimaan santri internasional guna memastikan setiap calon santri memiliki kesiapan dasar yang memadai dalam mengikuti sistem pendidikan berasrama, akademik, dan pembinaan keislaman di lingkungan Thursina.
Persyaratan ini disusun dengan mempertimbangkan keberagaman latar belakang pendidikan calon santri, khususnya yang berasal dari luar negeri, tanpa mengurangi standar kualitas pendidikan, kedisiplinan, dan pembinaan karakter Islami yang menjadi identitas Thursina.
Administratif
Dokumen administratif meliputi
- Salinan identitas diri (paspor, kartu identitas, atau akta kelahiran)
- Ijazah, sertifikat, atau rapor 1 (satu) tahun terakhir dari sekolah asal
- Dokumen pendukung akademik lainnya (opsional) seperti sertifikat penghargaan, prestasi, atau kompetisi
Kesehatan
Calon santri harus berada dalam kondisi sehat jasmani dan rohani untuk mengikuti sistem pendidikan berasrama secara optimal. Persyaratan kesehatan dapat dibuktikan melalui:
- Surat keterangan sehat dari fasilitas kesehatan atau pihak berwenang
- Surat rekomendasi atau pernyataan kesehatan dari sekolah asal atau walisantri
- Hasil psikotes, baik melalui tes yang diselenggarakan oleh Thursina maupun hasil psikotes mandiri dari lembaga profesional
Nilai-nilai keislaman
Sebagai Islamic Boarding School, Thursina menerima calon santri Muslim yang memiliki kesiapan dasar dalam menjalankan kehidupan Islami. Calon santri diharapkan:
- Memiliki aqidah Islam yang baik
- Mampu melaksanakan ibadah harian secara mandiri
- Memiliki kemampuan dasar membaca Al-Qur’an
Persyaratan akademik dan bahasa
Calon santri diharapkan memiliki kesiapan akademik dan kemampuan Bahasa Inggris yang memadai untuk mengikuti pembelajaran dengan pendekatan internasional dan penggunaan Bahasa Inggris sebagai salah satu bahasa pengantar pembelajaran.
Sebagai bukti kemampuan Bahasa Inggris, calon santri dapat melampirkan salah satu dokumen berikut:
- TOEFL iBT dengan skor minimal 45
- TOEFL iTP dengan skor minimal 337
- IELTS dengan skor minimal 4.0
- CEFR Certificate minimal level A2
Persetujuan dan komitmen walisantri
Walisantri diharapkan memiliki pemahaman dan komitmen terhadap sistem pendidikan berasrama di Thursina.
Sebagai bentuk persetujuan, walisantri diwajibkan menandatangani surat pernyataan resmi yang menyatakan kesediaan untuk mematuhi seluruh peraturan, kebijakan, dan ketentuan pendidikan yang berlaku di Thursina International Islamic Boarding School.
Bridging program
Bridging Program merupakan program persiapan yang diselenggarakan oleh Thursina International Office (TIO) untuk membantu calon santri internasional beradaptasi sebelum mengikuti pendidikan reguler di Thursina International Islamic Boarding School.
Program ini ditujukan bagi calon santri dengan status Conditional Acceptance, santri yang berasal dari sistem pendidikan berbeda, maupun calon santri yang membutuhkan penguatan kompetensi tertentu sebelum tahun ajaran dimulai.
Siapa yang Mengikuti?
Bridging Program diperuntukkan bagi:
Cakupan Program
English Preparation
Penguatan kemampuan Bahasa Inggris berdasarkan level kemampuan awal peserta dengan pendekatan mengacu pada standar CEFR.
Islamic Worship & Character Building
Pembinaan ibadah harian, penguatan bacaan shalat, pembiasaan adab, serta adaptasi kehidupan Islami di lingkungan boarding school.
Qur’anic Learning
Penguatan tahsin, tahfidz, tajwid, dan muroja’ah sesuai kemampuan awal masing-masing santri.
Flexible & Personalized Learning
Kurikulum Bridging Program disusun secara adaptif dan personal, dengan materi, target capaian, serta durasi pembelajaran yang disesuaikan berdasarkan hasil asesmen awal calon santri.
Program ini dilaksanakan secara terpisah dari sekolah reguler dan menjadi bagian dari komitmen Thursina dalam memastikan setiap santri internasional siap belajar, beradaptasi, dan berkembang secara optimal di lingkungan boarding school.

