Kuatkan Penerapan Kurikulum Melalui Visitasi dan Ujian Cambridge 2022

Thursina International islamic Boarding School (IIBS) mendapat lawatan dari Cambridge Regional Indonesia (29/09). Kunjungan ini sebagai bentuk dukungan kepada sekolah yang berstatus Cambridge Centre dan sedang mengikuti akreditasi Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK). Cambridge School Visit (CSV) kali ini dihadiri oleh Country Manager, Bapak Adri Prakoso, selaku kepala sekolah sekaligus Head of Centre Thursina IIBS Ustadz Rois Haqiqi, M.Pd., dan School Coordinator Program Ustadzah Mucharomatut Toyyibah, M.Sc. Proses visitasi dilaksanakan secara luring di Ruang Meeting Gedung Harvard. 

CSV sendiri merupakan program rutin dari Cambridge Regional Indonesia. Setiap tahunnya, akan ada topik yang didiskusikan bersama dengan sekolah tujuan. Sejak tahun 2017, Thursina IIBS telah menjadi Cambridge School. Artinya, Thursina IIBS sudah bisa menerapkan kurikulum dan melaksanakan tes Cambridge secara mandiri. Sejak itu pula, Thursina IIBS telah tiga kali mendapatkan visitasi. Yaitu pada 2019, 2021, dan 2022.

   

Ustadzah Tutut selaku School Coordinator menjelaskan visitasi tahun ini sebagai bentuk dukungan terhadap Thursina IIBS yang sedang menjalani proses akreditasi SPK. Kunjungan itu sekaligus dimanfaatkan untuk berdiskusi perihal penerapan tujuh komponen kurikulum Cambridge. Diskusi ini untuk melihat bagaimana penerapan tujuh komponen itu serta melihat apakah ketujuh komponen telah memenuhi standar yang ditetapkan oleh Cambridge.

Adapun tujuh komponen itu meliputi program qualification yang diambil Thursina, Learning Resources dari Cambridge dan beberapa book publisher, Subjects yang ditawarkan ke peserta didik,  Subject merupakan bagian 2 stream, social & science,  Cambridge professional development untuk guru, Cambridge professional Development Qualifications, dan Annual fee.

“Ada tiga program qualification yang diambil oleh Thursina IIBS, yaitu Lower Secondary, Upper Secondary (IGCSE), dan Advanced (AS Level),” imbuhnya.

   

Pelaksanaan ujian Cambridge untuk jenjang SMP kelas 9 atau Lower Secondary Checkpoint  sendiri dilaksanakan pada 11, 13, dan 14 Oktober 2022. Sebelum menempuh ujian, seluruh santri kelas 9 terlebih dahulu menjalani masa pembinaan intensif untuk mata pelajaran matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan Bahasa Inggris. Proses itu telah dilaksanakan sejak bulan Juli. Adapun program intensif berupa pretest, review keseluruhan materi, weekly try out, progression test full paper, dan kelas tambahan di sore dan malam hari.

“Secara umum, proses pembelajaran dan intensif yang diterapkan di Thursina sudah sesuai standar dari kurikulum cambridge. Jadi harapannya, di ujian kali ini anak-anak bisa mendapat score terbaik dan bisa diatas international average,” ungkapnya.

  

Ustadzah Tutut juga menuturkan bahwa tahun ini Thursina IIBS menargetkan hasil ujian dengan minimal predikat good pada semua mata pelajaran yang diujikan dengan 5% dari peserta mendapat skor sempurna. Untuk itu pula, kedepannya akan ada evaluasi berkala guna meningkatkan kualitas kegiatan belajar mengajar kurikulum cambridge.

“Disamping itu semua, saya berharap santri bisa menerapkan thinking skills dan international mindset yang menjadi salah satu key features pembelajaran Cambridge pada permasalahan sehari-hari mereka,” pungkasnya. (nai/lil)

Share this post