Thursina Voice Raih Medali Perak dalam Kompetisi Paduan Suara International

Prestasi terus ditorehkan oleh santri Thursina International Islamic Boarding School (IIBS). Kali ini giliran 40 santri yang tergabung dalamThursina Voice berhasil menyabet Medali Silver dalam gelaran 10th Bali International Choir Festival untuk kategori Teenagers Choir (05/12). Pada gelaran itu, tim Thursina IIBS yang dipandu oleh konduktor Lucky Agus Saputra harus bersaing dengan enam kelompok lainnya untuk bisa mendapatkan juara.

Koordinator Enrichment Thursina, Helmi Pakas Rivai mengungkapkan bahwa perlombaan ini merupakan yang pertama bagi tim Thursina Voice. Pasalnya selama ini, kegiatan pelatihan hanya bertujuan untuk mewadahi minat dan bakat santri saja. Sehingga, santri belum pernah menjalani pelatihan dengan sistem paduan suara untuk perlombaan. Meskipun begitu, melihat besarnya potensi yang dimiliki oleh santri, maka dirinya memutuskan untuk mengambil tantangan dengan mengikuti ajang perlombaan.

      

“Perlombaan itu merupakan tantangan bagi santri dan kami semua. Alhamdulillah, kerja keras mereka berlatih terbayar dengan hasil yang bahkan diluar ekspektasi,” ungkapnya.

Lebih lanjut Helmi menjelaskan bahwa proses persiapan dilakukan selama hampir tiga bulan sejak bulan September. Mulanya dilakukan rekruitmen untuk tambahan jumlah personil. Barulah selanjutnya santri dibagi kedalam kelompok suara masing-masing dan memulai latihan. Lirik lagu yang berbahasa Jerman menjadi tantangan sendiri bagi santri. Sehingga santri tidak hanya berusaha konsisten pada nadanya masing-masing, tetapi juga harus melafalkan lirik dengan benar.

“Proses latihan dilakukan hampir setiap hari. Kami banyak berkoordinasi dengan unit kesehatan untuk menyediakan vitamin dan juga obat-obatan untuk melegakan tenggorokan. Begitupun dengan guru lainnya untuk menyesuaikan jadwal sekolah dan kegiatan pondok mereka,” ujarnya.

Seluruh proses perlombaan yang berlangsung secara daring mengharuskan setiap peserta untuk mengirimkan video rekaman penampilan mereka. Helmi mengungkapkan bahwa selama proses merekam video, mereka harus mengulang beberapa kali untuk mendapatkan hasil yang maskimal. Pasalnya suara yang terekam kerap kali terganggu oleh suara-suara lain diluar.


“Alhamdulillah, seluruh proses ini juga memberikan dampak positif untuk karakter mereka. Proses persiapan yang lama, ritme latihan yang intens, terkadang membuat mereka lelah secara mental. Kalau sudah begitu, kita motivasi terus bahkan terkadang kita marahi juga kalau mereka terlalu manja,” jelasnya.

Melihat prestasi yang telah ditorehkan, Helmi berharap agar kedepannya Thursina Voice tidak lantas berpuas diri. Justru ini menjadi awal bagi mereka untuk lebih fokus mendalami minat dan bakat mereka. “Kalau untuk perlombaan, saya memang berharap mereka akan tetap eksis mengikuti lomba lainnya. Tapi lebih dari itu, yang terpenting adalah begeimana mereka terus bersemangat untuk menjadi pribadi yang lebih lagi,” pungkasnya.

Share this post