Fokus dan Sistematis, Kunci Sukses Tim Debat Thursina IIBS Raih Runner-Up Pada Ajang WSDC 2023

Tiga santri Thursina International Islamic Boarding School (IIBS) berhasil mengamankan posisi runner-up pada ajang WAPPIM Schools Debating Championship (WSDC) 2023, (19/03). Prestasi tersebut diraih Farras Hakim Rakhmadi, Dzaky Zhaffran Razzansyah, dan M. Naufal Anugerah Mahardika pada ajang yang diinisiasi oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Wahana Pengembangan dan Penalaran Ilmiah Mahasiswa (WAPPIM) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Malangkucecwara.

Ajang debat yang berlokasi di Aula STIE Malangkucecwara ini mempertemukan 22 tim tingkat SMA/sederajat se-Jawa Timur. Pada awal kompetisi, mereka diberi waktu 30 menit untuk mengembangkan materi debat. Beberapa topik yang disediakan di antaranya adalah ekonomi, politik, serta ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). “Saat kompetisi berlangsung, semua tim berkumpul di aula, istilahnya disebut motion release. Di situ peserta diberikan topik-topik yang akan harus dikembangkan. Kemudian, kita memulai untuk mempersiapkan argumen-argumen saat itu,” terang Zhaffran.

    

Untuk persiapan lomba, mereka hanya memiliki waktu kurang lebih seminggu. Ketiganya fokus mempelajari strategi dan menguatkan argumen-argumen pada materi yang akan disampaikan saat debat berlangsung. “Waktu tidak terlalu banyak, jadi kita rushing materi-materi yang diberikan oleh pembimbing. Kemudian sesuai arahan dari pembimbing juga, kita fokus dengan mengklasifikasikan sesuatu, dalam artian berupa definisi dan deskripsi. Melalui hal itu kita bisa lebih menguatkan argumentasi yang kita bawa,” ungkap Farras.

Di samping itu, Farras juga menambahkan bahwa tantangan terbesar yang mereka  hadapi dalam perlombaan ini justru datang dari diri mereka sendiri. Di antaranya adalah perasaan rendah diri saat berhadapan dengan tim yang memiliki jam terbang lebih tinggi, serta kelelahan karena lomba berlangsung dari pagi hingga malam sehingga mengurangi fokus. Namun, kegigihan dan semangat mereka berhasil mengatasi kendala tersebut. Tiga santri SMA itu memanfaatkan celah argumen dari  lawan dan fokus terhadap argumen yang sedang dipresentasikan oleh lawan. “Kita akhirnya bisa fokus kembali setelah adanya peluang, yang alhamdulillah berhasil dieksekusi dengan baik,” imbuhnya.

    

Dibalik keberhasilan tersebut, mereka juga berterimakasih atas peran Thursina IIBS dalam memotivasi dan membimbingnya. Salah satunya melalui guru pembimbing yang mendampingi selama proses perlombaan ini. “Kita benar-benar dipandu dan banyak belajar tentang cara berpikir yang sistematis dari Ustadz Umar, selaku pendamping” ujar Dika.

Ke depannya, mereka ingin terus maju mengasah skill debat yang dimiliki. Ketiganya juga menargetkan diri untuk kembali mewakili nama sekolah di tingkat nasional maupun internasional. “Semoga nantinya dapat bersaing lebih jauh pada kompetisi-kompetisi debat selanjutnya dan meraih prestasi lebih banyak lagi” pungkas Dika. (Div/Hel

Share this post