Di sebuah ruang kuliah di University of Strathclyde, Glasgow, Skotlandia, seorang pemuda asal Indonesia duduk memperhatikan paparan dosennya tentang dinamika pasar modal global. Di sekelilingnya, mahasiswa dari berbagai negara saling bertukar gagasan mengenai investasi, strategi bisnis, hingga perkembangan ekonomi dunia. Bagi Muhammad Zaky Salman, alumni Thursina International Islamic Boarding School (IIBS), pemandangan itu bukan sekadar rutinitas akademik. Di sanalah ia sedang membangun mimpi yang telah lama ia rawat untuk menjadi pemimpin perusahaan investasi berskala global.
Perjalanan tersebut tidak dimulai ketika ia tiba di Britania Raya. Jauh sebelum mengenal lantai bursa dan laporan keuangan perusahaan multinasional, Zaky lebih dahulu ditempa oleh kedisiplinan menghafal Al-Qur'an, budaya belajar, serta pembinaan karakter selama menempuh pendidikan di Thursina IIBS. Nilai-nilai itulah yang kemudian menjadi fondasi ketika ia menghadapi dunia yang jauh lebih luas.
Kini, Zaky tengah menempuh studi Finance and Business Enterprise di University of Strathclyde, salah satu universitas ternama di Skotlandia. Pilihan tersebut lahir dari ketertarikannya yang besar terhadap pasar keuangan dan dunia kewirausahaan.
Menurut Zaky, ketertarikannya tidak hanya sebatas memahami bagaimana uang bergerak, tetapi juga bagaimana sebuah bisnis mampu menciptakan nilai dan membuka peluang bagi banyak orang. Ia menikmati proses menganalisis data, memahami angka, serta mempelajari berbagai faktor yang memengaruhi keputusan bisnis dan investasi.
Selama menjalani perkuliahan, prestasi Zaky tidak hanya terlihat di ruang akademik. Ia berhasil meraih Juara 1 Company IPO Roadshow (Initial Public Offering) yang diselenggarakan oleh AmplifyMe bekerja sama dengan The London Institute of Banking & Finance (LIBF). Selain itu, ia juga masuk dalam Top 10 Asset Managers dan Top 20 Sales Traders pada simulasi akselerator keuangan internasional yang diselenggarakan AmplifyME bersama UBS dan Morgan Stanley.
Namun, di balik berbagai pencapaian tersebut, terdapat proses panjang yang tidak selalu mudah.
Bagi Zaky, tantangan terbesar justru datang ketika ia pertama kali memasuki kehidupan sebagai mahasiswa di luar negeri. Ia harus belajar hidup mandiri, mengatur waktu sendiri, sekaligus beradaptasi dengan lingkungan multikultural yang benar-benar baru baginya.
Ia masih mengingat jelas hari pertamanya memasuki ruang kuliah. "The first time I stepped into the lecture hall is a moment I still remember clearly. I did not know anyone in the class, and I felt awkward because I was unsure how to start a conversation with the people around me."
Perasaan canggung, kesepian, hingga tekanan akademik sempat menjadi bagian dari perjalanan tersebut. Namun perlahan ia belajar bahwa keberhasilan di bangku kuliah tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, melainkan juga kemampuan membangun relasi, mengelola waktu, dan tetap bertahan di tengah berbagai tekanan.
Pengalaman itulah yang semakin menguatkan prinsip hidup yang selama ini ia pegang. "My life principle is that greatness comes from resilience. I always believed that, to reach my goals, there are obstacles to face, and resilience is as important as intelligence in solving those obstacles."
Bagi Zaky, kecerdasan memang penting, tetapi ketangguhan adalah kualitas yang menentukan seseorang mampu terus melangkah ketika menghadapi kegagalan dan tantangan.
Semangat tersebut tercermin dalam berbagai aktivitas yang ia jalani di luar ruang kelas. Selain pernah menjalani magang sebagai Business Development Intern di PT Bumi Resources Tbk., Zaky dipercaya menjadi President of the University of Strathclyde Indonesian Society, memimpin berbagai program sosial dan budaya bagi mahasiswa Indonesia di Glasgow.
Ia juga mendirikan Semeru Capital, sebuah student-run investment fund yang berfokus pada saham-saham Indonesia dengan pendekatan sector-neutral serta menggunakan IHSG sebagai tolok ukur kinerja. Menariknya, inisiatif tersebut mempertemukan mahasiswa dari berbagai universitas terbaik di Britania Raya untuk belajar mengelola portofolio investasi secara profesional.
Tidak berhenti di sana, Zaky juga dipercaya menjadi Communicator dalam proyek konsultasi mahasiswa bersama perusahaan teknologi asal Inggris, Aquatron Scientific Ltd, sekaligus berhasil memperoleh Level 5 Diploma in Applied Finance yang diakreditasi oleh The London Institute of Banking & Finance (LIBF).
Di sela aktivitas akademiknya, ia tetap aktif berkontribusi dalam berbagai kegiatan komunitas Indonesia di Skotlandia, mulai dari kepanitiaan Nusantara Festival, Movie Night, Dissertation Talk, hingga menyelenggarakan berbagai kegiatan sosial dan budaya melalui organisasi mahasiswa Indonesia di University of Strathclyde.
Bagi Zaky, pengalaman-pengalaman tersebut bukan sekadar memperkaya portofolio, tetapi juga membentuk kepemimpinan yang kelak akan sangat dibutuhkan di dunia profesional.
Mimpi besarnya pun telah tergambar dengan jelas. Ia ingin menjadi CEO sekaligus Founder sebuah holding company yang bergerak di bidang pasar keuangan, energi hijau, dan komoditas yaitu sebuah perusahaan yang tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga berperan strategis dalam pembangunan ekonomi dan keberlanjutan masa depan.
"I want to be part in leading a company that plays a strategic role in investment and business development across industries that are important to the economy and sustainability in the future."
Perjalanan Muhammad Zaky Salman menjadi pengingat bahwa pendidikan sejatinya bukan hanya tentang memperoleh gelar, melainkan tentang membangun karakter yang mampu bertahan menghadapi perubahan zaman. Dari ruang-ruang tahfidz di Thursina IIBS hingga ruang kuliah di Skotlandia, ia membuktikan bahwa ketangguhan, disiplin, dan keberanian untuk terus belajar mampu membawa seseorang melangkah melampaui batas geografis.
Karena pada akhirnya, sebagaimana prinsip yang selalu ia pegang, keagungan tidak lahir dari kemudahan, melainkan dari ketangguhan untuk terus bertahan dan bertumbuh. (lil)






