Thursina IIBS Students Shine at National Islamic Education Olympiad

Semangat untuk terus mengembangkan potensi akademik kembali ditunjukkan santri Thursina International Islamic Boarding School (IIBS). Tujuh santri berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam Olimpiade Pendidikan Agama Islam (PAI), Fikih, Akidah Akhlak, dan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Lembaga Bina Prestasi Nusantara bekerja sama dengan Dewan Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi (DEMA FDK) UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Pada ajang bergengsi tersebut, Lucky Pratama berhasil meraih Gold Medal, sementara Al Rasyid Maulana Rachman dan Ziyad Naufa Al Faiz memperoleh Silver Medal. Adapun Sultan Muhammad Syauqi Al-Madani, Abdullah Azzam Kaysi Anshori, Muhammad Imam Nur Naeni, serta Dava Rifki Raditya Hamudu sukses membawa pulang Bronze Medal, memperkuat kiprah Thursina IIBS di tingkat nasional.

Di balik pencapaian tersebut, terdapat proses pembinaan yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Selama masa persiapan, para peserta mengikuti sekitar lima hingga enam kali sesi latihan intensif. Tidak hanya berdiskusi dan mengerjakan soal secara berkelompok bersama pembina, para santri juga melanjutkan latihan secara mandiri di lingkungan asrama sebagai bentuk penguatan pemahaman materi.

Pembina lomba, Ustaz Much. Maftuhul Fahmi, M.E., menilai keberhasilan tersebut merupakan langkah awal yang sangat positif dalam perjalanan prestasi para santri. Menurutnya, kompetisi bukan sekadar ajang meraih medali, tetapi juga ruang untuk mengasah kemampuan berpikir, memperluas wawasan keislaman, serta membangun karakter pembelajar sepanjang hayat.

"Untuk kategori Olimpiade Pendidikan Agama Islam, ini merupakan prestasi pertama bagi ananda. Namun, jika melihat perjalanan prestasi secara keseluruhan, tentu ini bukan yang pertama. Sebagai pendamping, saya melihat pencapaian ini sebagai awal yang sangat baik,” terang Murobbi Thursina IIBS.

“Semoga menjadi motivasi bagi mereka untuk terus semangat belajar, karena kompetisi adalah wadah aktualisasi diri agar santri terus berkembang dan menghadirkan versi terbaik dari dirinya," sambungnya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan tersebut bukanlah garis akhir, melainkan pijakan untuk menghadapi tantangan yang lebih besar pada kompetisi berikutnya. Para Murobbi akan terus melakukan evaluasi sekaligus memperkuat strategi pembinaan agar para santri mampu bersaing pada level yang lebih tinggi.

Bagi Lucky Pratama, santri kelas IX yang berhasil meraih medali emas, penghargaan tersebut menjadi pengalaman berharga sekaligus penyemangat untuk terus meningkatkan kapasitas diri. Ia mengaku seluruh proses latihan mengajarkannya pentingnya disiplin, ketekunan, dan kepercayaan diri dalam menghadapi setiap tantangan.

"Saya sangat bersyukur dan bangga bisa meraih Gold Medal. Prestasi ini bukan hanya hasil usaha saya sendiri, tetapi juga berkat doa orang tua, bimbingan para ustaz, dan dukungan teman-teman. Pengalaman ini membuat saya semakin termotivasi untuk terus memperdalam ilmu agama dan berani mencoba tantangan yang lebih besar di masa depan," ungkap Lucky.

Prestasi tersebut mencerminkan implementasi RECODING Value, khususnya Inspiring, melalui komitmen santri untuk terus meningkatkan kualitas diri, serta Growth, yang mendorong mereka menjadikan setiap kompetisi sebagai proses pembelajaran dan pengembangan kapasitas. (iz)

Thursina IIBS Students Shine at National Islamic Education Olympiad   Thursina IIBS Students Shine at National Islamic Education Olympiad   Thursina IIBS Students Shine at National Islamic Education Olympiad

Thursina IIBS Students Shine at National Islamic Education Olympiad   Thursina IIBS Students Shine at National Islamic Education Olympiad   Thursina IIBS Students Shine at National Islamic Education Olympiad

Thursina IIBS Students Shine at National Islamic Education Olympiad   Thursina IIBS Students Shine at National Islamic Education Olympiad   Thursina IIBS Students Shine at National Islamic Education Olympiad