Menegaskan posisinya di puncak prestasi teknis dengan cross-cultural mindset yang mendalam, Thursina International Islamic Boarding School (IIBS) kembali memamerkan distinsinya. Dalam perhelatan agung The 14th Fun and Challenge (FNC) Robotic & Coding Competition 2026, para santri muda kelas 7 kami mengartikulasikan kemahiran mereka, meraih penghargaan nasional bergengsi dalam eksibisi logika dan international exposure.
Simposium ini, yang dikurasi langsung oleh Pusat Prestasi Nasional (PUSPRESNAS), mempertemukan talenta-talenta paling menjanjikan di negeri ini dengan tema luhur “Inclusive Futures: Robots For All.” Bagi Thursina, kompetisi ini bukan sekadar uji teknis semata; melainkan komponen vital dalam perjalanan seorang santri menuju sosok global citizen yang memiliki intercultural awareness yang halus.
Delegasi dari Thursina IIBS menunjukkan ketenangan yang luar biasa serta competitive edge yang tajam pada kategori Soccer Robotic 500-gram. Dengan bangga kami mengumumkan pencapaian prestisius berikut:
Juara 3: Dianugerahkan kepada duo Abiyyu Malirazqa Priwanza dan Mohammad Fadhli Irsyad.
Juara Harapan 3: Disematkan kepada Arkharega Aqeel Rafiandra bersama Muhammad Randy Andruri Razbie.
Pencapaian ini mencerminkan excellence yang inheren dalam kurikulum Thursina, yang secara teliti menyeimbangkan nilai-nilai tradisi dengan global network inovasi teknologi modern.
Arkharega Aqeel Rafiandra, seorang santri yang silsilah prestasinya telah terpupuk sejak masa pendidikan dasar, berbagi pandangan mengenai disiplin ketat yang diperlukan untuk cultural immersion tingkat tinggi seperti ini.
"Persiapan kami karakteristiknya adalah disiplin yang intens. Di minggu terakhir, kami mendedikasikan diri dalam sesi penuh waktu, menyempurnakan algoritma dari fajar hingga ashar," ujar santri asal Solo tersebut, yang portofolio sebelumnya mencakup kemenangan di Festival Nasional Olimawisa 2025.
Meskipun kompetisi ini sangat menuntut, Arkharega tetap menjaga sikap noblesse oblige, menyatakan rasa syukur serta ambisi yang teguh untuk menghadapi kompetisi berstandar internasional berikutnya di Yogyakarta pada Juni mendatang.
Keberhasilan di FNC 2026 menjadi bukti nyata bahwa santri Thursina IIBS dipersiapkan untuk panggung dunia. Dengan membina lingkungan yang kaya akan international exposure dan cross-cultural mindset, institusi memastikan bahwa setiap lulusan bukan hanya seorang cendekiawan iman, tetapi juga pemimpin visioner yang dibekali dengan global network yang diperlukan untuk menavigasi kompleksitas masa depan.
Melalui bimbingan yang konsisten dan komitmen terhadap output yang internationally minded, Thursina IIBS tetap menjadi pilihan utama bagi keluarga yang menghargai warisan prestise, intelektualitas, dan karakter global. (iz/lil)


