Thursina International Islamic Boarding School (IIBS) terus memperkuat tata kelola keamanan sebagai bagian dari komitmen menghadirkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan berintegritas. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Reorientasi Kode Etik serta Sinergi Security yang diselenggarakan pada Kamis (9/7/2026) di Ruang Meeting Sorbonne.
Agenda tersebut dihadiri oleh Senior Advisor Thursina IIBS Ustaz Ir. Sentot E. Parijatno, M.T., Chairman Thursina IIBS Ustaz Dr. H. Muhammad Ali Wahyudi, CEO Thursina IIBS Ustaz Nur Abidin, Ed.D., Chief of Management Information Technology (MIT) Ustaz A. Ali Syihabuddin, S.Si., M.Pd., Gr., Chief of Human Capital Management Ustazah Dian Asmi Setoningsih, M.Pd., serta Chief of Secretarial Office Ustaz Mohamat Taufik, M.Ed.
Kegiatan yang diikuti seluruh anggota satuan pengamanan (security) Thursina IIBS ini menjadi bagian dari proses rekognisi ulang terhadap kode etik satuan pengamanan sekaligus sosialisasi kebijakan kelembagaan agar seluruh personel memiliki pemahaman yang selaras mengenai nilai, budaya kerja, serta arah pengembangan Yayasan Thursina.
Dalam sesi orientasi, para peserta memperoleh penguatan mengenai pentingnya kemampuan melakukan analisis Ancaman, Gangguan, Hambatan, dan Tantangan (AGHT) yang berpotensi muncul baik dari faktor internal maupun eksternal. Kemampuan tersebut dinilai menjadi kompetensi mendasar bagi satuan pengamanan modern agar mampu melakukan tindakan preventif sebelum suatu risiko berkembang menjadi permasalahan yang lebih besar.
Chief of Management Information Technology (MIT), Ustaz A. Ali Syihabuddin, S.Si., M.Pd., Gr., menegaskan bahwa peran security saat ini tidak lagi terbatas pada fungsi pengamanan fisik semata, tetapi juga dituntut memiliki kemampuan analitis dan adaptif terhadap berbagai dinamika yang berkembang.
"Security harus menjadi smart security yang mampu membaca situasi secara komprehensif. Analisis terhadap ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan menjadi bekal penting agar langkah pencegahan dapat dilakukan secara tepat. Dengan demikian, security mampu menjaga lingkungan Thursina tidak hanya dari sisi keamanan fisik, tetapi juga dari berbagai potensi risiko seperti bullying, tindakan asusila, hingga aspek keselamatan seluruh warga sekolah," ujar Ustaz Ali.
Di sisi lain, CEO Thursina IIBS, Ustaz Nur Abidin, Ed.D., menambahkan bahwa profesionalisme satuan pengamanan merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun budaya organisasi yang unggul.
"Keamanan merupakan tanggung jawab bersama, namun security menjadi garda terdepan dalam memastikan seluruh proses pendidikan berlangsung dengan aman dan kondusif. Karena itu, sinergi, integritas, serta komitmen menjalankan kode etik harus terus diperkuat agar mampu memberikan pelayanan terbaik sebagai bentuk pengabdian kepada yayasan dan seluruh stakeholder," ungkapnya.
Lebih jauh, kegiatan ini juga menjadi implementasi nyata nilai Open-Minded dalam RECODING Value Thursina IIBS. Seluruh peserta diajak untuk terbuka terhadap perkembangan tantangan keamanan, menerima berbagai perspektif baru, serta meningkatkan kapasitas diri melalui kolaborasi dan pembaruan kompetensi.
Melalui agenda yang diselenggarakan secara berkala ini, Thursina IIBS berharap terbangun sinergi yang semakin kuat di antara seluruh anggota security dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya serta diharapkan mampu menjadi bagian penting dalam menjaga lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan mendukung terwujudnya Holistic & Balanced Education.






