Tidak banyak siswa seusia Muhammad Bintang Prabu Adinata yang mampu memperkenalkan Indonesia di forum diplomasi internasional, mendalami dunia coding, sekaligus menaruh minat besar pada teknologi. Namun bagi Bintang, ketiganya bukanlah pilihan yang harus dipisahkan. Semua berawal dari satu keyakinan sederhana: belajar adalah cara terbaik untuk memberi manfaat bagi banyak orang.
Pada 19 Juli 2026 mendatang, Bintang akan resmi memulai perjalanannya sebagai santri baru di Thursina International Islamic Boarding School (IIBS). Ia datang bukan hanya membawa sederet prestasi, tetapi juga mimpi besar untuk tumbuh menjadi generasi Indonesia yang mampu berkontribusi di panggung global.
Portofolio Bintang menunjukkan ketertarikan yang kuat pada bidang seni, teknologi informasi, serta public speaking. Ia mengembangkan kemampuan coding, problem solving, dan komunikasi yang menurutnya menjadi bekal penting menghadapi tantangan masa depan. Namun, dunia yang paling membuatnya jatuh hati adalah diplomasi.
Sejak usia muda, Bintang aktif mengikuti berbagai kegiatan Model United Nations (MUN), sebuah simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa yang mempertemukan pelajar dari berbagai negara untuk berdiskusi mengenai isu-isu global.
Dalam ajang tersebut, peserta tidak hanya dituntut memiliki kemampuan bahasa Inggris yang baik, tetapi juga berpikir kritis, bernegosiasi, membangun solusi, hingga berbicara di depan delegasi internasional.
Salah satu pencapaiannya adalah terpilih sebagai Delegate of UNESCO Junior Council pada Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia. Pada kesempatan yang sama, ia juga memperoleh penghargaan Best Dress berkat penampilannya mengenakan pakaian adat Dayak Kenyah, Kalimantan Timur, sebagai bentuk promosi budaya Indonesia di forum internasional.
Bagi Bintang, forum-forum internasional bukan sekadar ajang kompetisi. Di sanalah ia belajar bahwa diplomasi tidak hanya berbicara tentang politik, tetapi juga tentang membangun jembatan persahabatan, memperkenalkan budaya, dan mencari solusi bersama bagi dunia.
Prestasi terbaru Bintang menjadi salah satu pencapaian yang paling membanggakan. Ia dinyatakan lolos sebagai peserta Llangollen International Musical Eisteddfod 2026 di Wrexham, Inggris, sebuah festival seni dan budaya internasional bergengsi yang telah berlangsung sejak tahun 1947 dan dikenal sebagai salah satu festival budaya paling prestisius di dunia. Festival ini mempertemukan delegasi dari berbagai negara melalui musik, tari, dan pertunjukan budaya sebagai sarana mempererat persahabatan antarbangsa. Dokumen undangan resmi penyelenggara menjelaskan bahwa festival tersebut bertujuan mempromosikan perdamaian, goodwill, serta pertukaran budaya melalui seni pertunjukan.
Yang membuat pencapaian ini semakin istimewa, Bintang menjadi satu-satunya perwakilan dari Indonesia dalam delegasi yang mengemban misi memperkenalkan budaya Indonesia di hadapan masyarakat internasional. Sebelum keberangkatannya, seluruh delegasi secara resmi dilepas oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen RI) sebagai bentuk dukungan terhadap misi diplomasi budaya Indonesia.
Keikutsertaan tersebut menjadi pengalaman berharga yang memperkuat keyakinannya bahwa generasi muda Indonesia memiliki kemampuan untuk berdiri sejajar dengan peserta dari berbagai belahan dunia.
Meski aktif di dunia internasional, ketertarikan Bintang terhadap teknologi tidak pernah surut. Ia mengikuti berbagai program pengembangan di Jepang, mulai dari Quantum Computing Workshop, Coding Workshop, hingga AI and Machine Learning Workshop yang diselenggarakan melalui program Schoters di sejumlah institusi ternama seperti The Institute of Science Tokyo dan The University of Tokyo.
Menurutnya, teknologi dan diplomasi akan menjadi dua bidang yang saling melengkapi di masa depan. Kemampuan memahami data, kecerdasan buatan, hingga coding akan sangat dibutuhkan untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan global. Karena itulah ia ingin terus mengembangkan keduanya secara seimbang.
Perjalanan Bintang baru akan benar-benar dimulai ketika ia resmi bergabung sebagai santri Thursina IIBS pada tahun ajaran 2026/2027. Lingkungan pembelajaran yang mengintegrasikan pendidikan Islam, akademik berstandar internasional, pengembangan bahasa asing, kepemimpinan, riset, hingga jejaring global diyakini menjadi tempat yang tepat untuk mengasah potensi yang telah ia bangun sejak dini.
Dengan pengalaman mengikuti berbagai forum internasional, minat yang besar pada coding dan teknologi, serta semangat untuk membawa nama Indonesia di panggung dunia, Bintang hadir sebagai representasi generasi muda yang tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga memiliki visi untuk memberi manfaat yang lebih luas.
Karena pada akhirnya, pendidikan bukan sekadar tentang menjadi yang terbaik di kelas. Pendidikan adalah tentang mempersiapkan diri agar suatu hari nanti mampu berdiri di tengah dunia, membawa ilmu, akhlak, dan identitas Indonesia dengan penuh kebanggaan. (lil)





