72th Indonesia Independence Competition, Tazkia IIBS Challenges the Students Collaboration SKills

Rangkaian perayaan kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke 72 tidak hanya diperingati dengan upacara. Selepas upacara berlangsung, ditempat yang sama digelar aneka perlombaan, diantaranya seperti lomba menyanyikan lagu daerah, sepeda lambat, joget benteng, kata berantai, gobak sodor, makan kerupuk duduk, sepak bola corong, hingga futsal sarung. Kegiatan diikuti seluruh santri putra maupun putri Tazkia Internasional Islamic Boarding School (IIBS) Malang.  Uniknya, kegiatan perlombaan semacam ini  dikoordinir oleh santri sendiri.

Koordinator Perlombaan HUT RI ke 72, Nurul Illahi Muhammad Risha menyatakan, berbagai perlombaan sengaja dibuat untuk merayakan kemerdekaan RI ke 72. Selain itu, moment perlombaan tersebut juga dibuat untuk merekatkan solidaritas antar angkatan. Sebagian besar perlombaan memang dirancang dengan sistem tim sehingga nuansa kompetisi antar angkatan juga terlihat. “Tujuan utamanya selain mengisi waktu libur, perlombaan ini juga diadakan untuk menjalin keakraban antar angkatan,” jelas Risha, panggilan akrabnya.

Tidak hanya itu, Risha yang juga santri kelas IX Tazkia IIBS itu menjelaskan, dengan adanya perlombaan itu panitia pelaksana yang tergabung dalam Tazkia Student Association (TSA) Putra sekaligus belajar lagi tentang jalannya sebuah organisasi. Ia menuturkan, dalam kepanitiaan tidak hanya kerja sendiri saja, namun ada kerjasama yang paling dibutuhkan. “Seluruh ustadz juga ikut membimbing kami dalam kepanitiaan ini sehingga bisa berjalan semaksimal mungkin,” tutur santri asal Surabaya tersebut.

Dari berbagai perlombaan tersebut keluarlah sebagai juara dari berbagai kelas. Perlombaan yang diselenggarakan di kampus putra banyak dimenangkan oleh kelas VIII E. Seperti lomba futsal sarung, lomba ambil koin dalam tepung dan sandal berputar. Sedangkan untuk perlombaan sepeda lambat dimenangkan oleh Fazle Zaidan Athallah dari kelas VIII D.   

Tidak mau kalah dengan santri putra, santri putripun berkompetisi untuk mengisi waktu kosong sekaligus merayakan hari kemerdekaan. Dari 6 jenis perlombaan, kelas IX B berhasil memboyong banyak juara. Seperti pada lomba balap karung, balap sendok telur, mengaitkan topi kerucut dan lomba menyanyi lagu nasional dan daerah seluruhnya dimenangkan oleh kelas IX B.

Selain itu, perlombaan di kampus putri juga tidak kalah meriah. Ustadzah Awaliyah selaku koordinator dalam perlombaan HUT RI ke 72 itu menjelaskan, semua perlombaan yang  dirancang tetap berjalan dengan aturan-aturan Islam. “Satu contoh kecil yaitu lomba makan kerupuk. Biasanya lomba ini dilakukan dengan berdiri, padahal Islam mengatur makan harus dengan duduk. Maka kami membuat lomba makan kerupuk duduk,” jelas Ustadzah Awaliyah.

 

 

Tidak hanya perlombaan, bagi kelas X dan kelas VII diadakan kegiatan outing dengan mengunjungi Alun-alun Kota Batu dan juga Museum Brawijaya. Kegiatan ini tidak hanya jalan-jalan saja, namun santri juga membuat rangkuman Kegiatan selama perjalanan sebagai catatan pengalaman dan mengenal sejarah di kota Malang. (lil)

YouTube Video

Share this post