Utamakan Ukhuwah Islamiyah, Tazkia IIBS Resmi Menjadi Thursina IIBS

Terhitung dari tanggal 20 Februari 2021, Tazkia International Islamic Boarding School resmi berganti nama menjadi Thursina International Islamic Boarding School (IIBS). Peresmian ini dihadiri oleh chairman, CEO, jajaran direksi, dewan penasehat, dan dewan syariah.

Membuka acara, Chairman Thursina IIBS, Ustadz Ali Wahyudi, M.Pd. bercerita bahwa perjalanan mendirikan lembaga pendidikan ini tidaklah mudah. Setidaknya butuh waktu sepuluh tahun lamanya hingga akhirnya lembaga pendidikan ini berhasil didirikan pada 2014 lalu dengan nama Tazkia IIBS. Setelah resmi didirikan, beragam dinamika kembali dirasakan lembaga dalam proses perkembangannya.

   

“Dalam membangun lembaga pendidikan, kita tidak bisa berdiri sendiri. Perlu jejaring yang kuat untuk bisa mengembangkannya,” ujar Ustadz Ali membuka acara.

Menyadari hal itu, Ustadz Ali menambahkan, bahwa ukhuwah islamiah menjadi dasar pondasi yang selalu dipegang teguh oleh lembaga. Hal itu jugalah yang kemudian mendasari keputusan dalam pergantian nama menjadi Thursina IIBS. 

   

“Yang terpenting adalah ini merupakan ikhtiar kami untuk menjaga kehormatan dan marwah lembaga sekaligus menjaga tegaknya islam wal muslimin,” jelasnya

Nama Thursina sendiri terilhami dari kata Thursia atau At-Thur yang telah disebutkan dalam  Al-Quran minimal sebanyak sepuluh kali. Secara literatur, kata ini dapat berarti pembinaan atau tempat pembinaan hati dan jiwa. Kata Thursina juga mengandung makna sebagai rumah dari hati. Sehingga Thursina juga dapat dipahami sebagai tempat untuk menumbuhkan kedamaian dan kerukunan dalam hati santri.

Ustadz Ali juga mengingatkan bahwa proses pergantian nama ini tidak akan mempengaruhi nilai dan kualitas pendidikan lembaga. Justru pada momen ini, Thursina IIBS tengah menyiapkan inovasi dan formula baru untuk dapat meningkatkan proses pendidikan akademik maupun diniyah. Tentunya dengan tetap mempertahankan konsep pendidikan yang holistic and balance.

“Yang perlu kita lakukan saat ini adalah fokus untuk memberikan pendidikan yang terbaik bagi santri-santri kita. Agar mereka kelak dapat menjadi generasi menjadi madu peradaban,” ujarnya.

 

Senior Advisor Thursina IIBS, Prof. Dr. Imam Suprayogo, menambahkan bahwa sejatinya perubahan nama dalam sebuah lembaga merupakan hal yang umum terjadi. Justru perubahan itu dapat menjadi dinamika yang dapat membangun lembaga menjadi lebih baik. 

“Perubahan nama itu adalah bagian dari proses membangun kesadaran kita untuk membangun sistem pendidikan yang lebih baik lagi,” ungkap Prof. Imam.

Lebih lanjut, Prof. Imam menjelaskan bahwa kekuatan sebuah lembaga pendidikan sejatinya terletak pada sumber daya manusianya. Sebab mereka yang nantinya akan menciptakan sistem dan lingkungan belajar. Oleh karena itu, setiap lembaga pendidikan harus selalu menjaga kekeluargaan di dalamnya. 

“Lembaga pendidikan memang harus selalu berubah seiring dengan perubahan zaman,” ujarnya.

Ustadz Fathurrahman, Syariah Advisor Thursina IIBS juga menekankan bahwa sejatinya perubahan merupakan bagian dari takdir Allah SWT. Sehingga yang perlu diikhtiarkan adalah bagaimana setiap lembaga mampu membawa perubahan ini ke arah yang lebih baik lagi. Untuk mewujudkannya, setiap individunya harus selalu terikat kepada Allah SWT dengan niat untuk memberikan kemaslahatan bagi umat. “Semoga perubahan ini senantiasa dapat kita maknai sebagai momen untuk terus memperbaiki diri, agar kita naik tingkatan,” tutup ustadz fathur.

   

   

Sebagai simbol peresmian nama Thursina IIBS, dibacakan pembacaan SK perubahan nama oleh CEO Thursina IIBS, Ustazd Nur Abidin, M.Ed. Sekaligus dengan penandatanganan plakat oleh chairman, CEO, jajaran direksi, dewan penasehat, dan dewan syariah Thursina IIBS. (Nai/lil)


 

Share this post